• About
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact

Info Alutsista TNI

  • Home
  • TNI AD
  • TNI AL
  • TNI AU
    • Helikopter
    • Pesawat Tempur
    Home → Semua Post Berkategori TNI AD
    Showing posts with label TNI AD. Show all posts
    Showing posts with label TNI AD. Show all posts

    TNI AD akan Miliki Peluru Kendali Penghancur Tank

    4:30 PM
    Kekuatan alutsista TNI Angkatan Darat semakin komplit dengan adanya peluru kendali penghancur tank dan kendaraan tempur lapis baja yang disebut Anti Tank Guided Missile (ATGM). Salah satu jenis ATGM yang sedang dipesan TNI AD adalah Next Generation Light Antitank Weapon (NLAW) buatan perusahaan Swedia bekerja sama dengan Inggris, SAAB Bofors Dynamics.


    Dengan bobot 12,5 kg, ATGM ini dipilih karena praktis dan ringan, cocok untuk postur prajurit Asia khususnya Indonesia. ATGM NLAW cukup dioperasikan seorang prajurit untuk menghancurkan berbagai jenis tank tempur utama modern, dengan sekali tembak.

    Kemampuan yang dimiliki ATGM NLAW ini cukup hebat seperti mampu memprediksi garis pandang, menyeleksi mode serangan, serangan atas atau serangan langsung. Namun alat ini memiliki kelemahan. Yakni jarak tembaknya pendek, antara 20 hingga 600 meter. Tapi hal ini tak dianggap masalah jika dikaitkan dengan kondisi geografis Indonesia yang relatif banyak menyediakan tempat perlindungan seperti bukit, gunung maupun hutan dan rawa.         

    Ukuran ATGM bervariasi. Mulai dari senjata yang ditembakkan dari bahu yang bisa dibawa satu prajurit, senjata yang lebih besar yang harus ditembakkan menggunakan tripod, sampai yang terpasang dan ditembakkan dari kendaraan dan pesawat udara.

    Dengan diperkenalkannya ATGM lebih kecil, yang mampu membawa hulu ledak besar pada medan perang modern, membuat infanteri memiliki kemampuan menghancurkan tank tempur utama yang kuat dari jarak sangat jauh, dan biasanya pada tembakan pertama.

    Sebelum ada ATGM, senjata-senjata infanteri TNI AD seperti senapan anti-tank, roket anti-tank, dan ranjau darat magnetik, memiliki daya tembus baja yang lemah sehingga mengharuskan seorang prajurit berada di dekat target.

    Selengkapnya »

    Peluncur Roket Astros II Mk6 Perkuat Alutsista TNI AD

    12:40 PM
    Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menerima alat utama sistem persenjataan baru berupa multiple launcher rocket system atau senjata peluncur roket bernama Astros II II Mk6 dari Brazil. Kedatangan unit MLRS Astros II ini berlangsung pada tanggal 6 Agustus 2014 lalu di pelabuhan Tanjung periuk Jakarta.


    Astros II, merupakan alat utama sistem persenjataan berupa peluncur roket yang memilki mobilitas dan fleksibilitas tinggi. Musababnya, Astros II berbentuk kendaraan tempur sebesar truk yang pada bagian belakangnya menggendong peluncur roket. Rudal Astros bisa ditembakkan dari mana saja. MLRS Astros II Mk6 yang di pesan Indonesia dari Brazil ini adalah buatan Avibrás Aerospacial, sebuah perusahaan manufaktur senjata militer dari Brazil.

    Kerja sama pembelian Astros II antara pemerintah Indonesia dan Brasil sudah terjalin sejak 2012. Dalam kerja sama tersebut, Kementerian Pertahanan sebagai perwakilan pemerintah meminta perjanjian alih teknologi. Perjanjian tersebut, meliputi pengadaan simulator Astros II MKS, Ammunition Mobile Acclimated Depot (AV-DMMC), revalidasi roket, dan dukungan teknis pembangunan fasilitas perawatan MLRS Astros.

    Pengguna MLRS Astros II ini sendiri sudah cukup banyak di seluruh dunia. Selain Brazil sebagai negara produsen, tercatat Iraq, Arab Saudi, Qatar dan Bahrain memiliki senjata ini. Bahkan di ASEAN, Astros terlebih dahulu dimiliki oleh Malaysia dimana di tahun 2010, Malaysia membeli 18 unit ASTROS II dan ditambah dengan 18 Unit pada pesanan Batch ke 2. Astros II pesanan Malaysia adalah Astros II Mk 5, namun pesanan Indonesia adalah Astros II Mk6 yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan Astros II Mk5 seperti yang di miliki Malaysia.

    Kepala Staf TNI Angkatan Darat saat itu, Jenderal Budiman, mengatakan pembelian satu unit meriam ini menghabiskan dana sekitar US$ 980 ribu pada saat kurs rupiah 9.000 per dolar Amerika Serikat

    Selengkapnya »

    Alutsista TNI AD Bertambah Dengan 18 Meriam Jenis Tarik How 155 mm

    3:42 AM
    18 unit meriam jenis Tarik How 155 mm didatangkan dari Korea Selatan untuk menambah jumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Darat (AD). meriam yang mempunyai jarak tembak mencapai 20 hingga 30 km ini akan ditempatkan di beberapa Komando Daerah Militer (Kodam) di antaranya Kodam Iskandar Muda, Kodam Tanjung Pura, dan Kodam Mulawarman.


    Meriam enis Tarik How 155 mm mempunyai spesifikasi jarak tembak 22 hingga 30 km dengan menggunakan peluru atau amunisi standar. Meriam yang menggunakan alat pengangkutnya ini mempunyai berat kurang dari 7 ton dan memiliki elevansi yang dapat menembak arah lintasan langsung dan lintasan curam. 

    Meriam Tarik How 155 mm yang Per unitnya yang dibandrol dengan harga 980 ribu USD tersebut juga dilengkapi dengan sistem pengisian proyektil secara semi otomatis. Dan juga mempunyai kelengkapan untuk penembakan di malam hari. 

    Pembelian 18 meriam buatan Korea Selatan ini untuk meningkatkan dan memenuhi jumlah alutsista di beberapa Kodam yang dirasa masih kurang. sejumlah Alutsista di beberapa Kodam di Indonesia masih sangat terbatas. Oleh karena itu pihak TNI AD akan terus menambah dan meningkatkan jumlah alutsista . Dan diakui juga bahwa jumlah alutsista di beberapa Kodam juga sudah tua. 

    Selengkapnya »

    MTB Leopard 2 Tank Tempur Terbaru TNI AD 2014

    4:04 PM
    Pada minggu pertama di bulan September 2014 yang akan datang, sebanyak 26 unit Tank Leopard dan 26 unit Tank Marder akan tiba di Indonesia. Puluhan tank Leopard dan Marder itu dibeli Kementerian Pertahanan berdasarkan kontrak pengadaan nomor TRAK/1198/PLN/XII/2012/AD antara Kementerian Pertahanan dengan Rheinmetall, Jerman


    Pembelian tank Leopard ini merupakan bagian penting dari penyegaran alutsista yang terakhir dilakukan 30 tahun lalu. Pembelian tank ini adalah bagian dari modernisasi alutsista. Karena di antara negara-negara Asia Tenggara, faktanya Indonesia tertinggal soal tank kelas berat. Singapura saja sudah memiliki tank kelas berat jenis Centurion sejak 1975. Singapura membeli 63 Centurion Mk3 and Mk7s buatan Inggris untuk memperkuat pertahanan korps lapis bajanya.

    Leopard 2 adalah tank tempur utama generasi ketiga setelah dioperasikan tahun 1979. Tank ini disebutkan memiliki kesamaan dengan tank tempur utama AS, M1 Abrams, dan termasuk dalam kelompok tank- tank tempur utama terbaik di dunia. Sedang Marder merupakan kendaraan tempur pengangkut pasukan setipe M2 Bradley buatan AS.

    Selengkapnya »

    Amunisi Tank Leopard Siap Diproduksi PT Pindad

    10:39 AM
    Melalui Direktur Utamanya Sudirman Said, PT Pindad menyatakan kesanggupan perusahaan itu membuat dan membangun amunisi tank utama 2A4 Leopard.  "Dari hasil Latihan Gabungan TNI 2014, banyak yang harus kami jawab, salah satunya melengkapi amunisi bagi beberapa perenjataan terkini TNI, termasuk peluru meriam 120mm smoothbore untuk tank Leopard," kata Said


    Menurut dia, untuk peluru meriam 120mm smoothbore Leopard, ditargetkan pengembanganya sudah bisa dilakukan mulai akhir 2015. Leopard memakai dua varian meriam utama, yaitu Rheinmetall 120 mm L44 atau L55 smoothbore alias tanpa ulir sepanjang 5,28 meter dan berbobot 3,37 ton. 

    Laras meriam tanpa ulir merupakan "jawaban" pada dasawarsa '70-an atas kejayaan seri tank T-72/80 dari Uni Soviet yang bisa membantai secara mudah tank-tank Barat. Laras meriam tanpa ulir juga memiliki energi kinetik lebih besar ketimbang yang berulir sehingga meninggikan efek mematikan amunisi yang dilontarkan. 

    Selain amunisi konvensional, meriam ini bisa menerima berbagai tipe amunisi, sebutlah Armour Piercing Discarding Sabot DM23, ataupun Armour Piercing Fin Stabilized Discarding Sabot M829 dengan kepala ledak berisikan uranium.  Masih ada amunisi Multi Purpose Anti Tank Projectile yang berbasis teknologi High Explosive Anti Tank, buatan Jerman, berdesignasi NATO sebagai DM12.
    Selengkapnya »

    TNI AD Inginkan Helikopter Black Hawk dan Chinook Ch-47

    3:07 PM
    TNI Angkatan Darat berencana untuk membeli helikopter serbu Black Hawk dan Chinook Ch-47 setelah sebelumnya membeli helikopter serang Apache dari amerika serikat.  


    Rencana TNI AD membeli 2 tipe helikopter ini untuk menambah armada helikopter TNI AD yang masih dirasa kurang. Pembelian ini diperuntukkan pada perencanaan strategis atau Renstra 2015-2019.

    Sikorsky UH-60 Black Hawk adalah helikopter serba guna angkut menengah bermesin ganda yang diproduksi oleh Sikorsky Aircraft. Helikopter ini dapat juga dipersenjatai dengan 2 x GAU-19 gatling senjata, 70 mm (2,75 in) Hydra 70 roket dan AGM-114 Hellfire laser yang dipandu rudal. Dengan mesin 2 x General Electric T700-GE-701C turboshaft, helikopter Black Hawk dapat melaju dengan kecepatan maksimum 159 kt (183 mph, 295 km/jam).

    Sedangkan, CH-47 Chinook adalah sebuah helikopter Amerika bermesin ganda, tandem rotor dan heavy-lift buatan Boeing Rotorcraft Systems. Helikopter Chinook dapat memuat 3 kru dan 33 hingga 55 tentara. 
    Selengkapnya »

    TN AD Menerima Alutsista Meriam Kaliber 155

    11:36 AM
    Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal (TNI) Boediman menyerahkan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Meriam Kaliber 155 kepada Batalyon Armet 16, 17, 18 Iskandaramuda, Tangjungpura, dan Mulawarman, Selasa (6/5).


    Saat ini, meriam Kaliber 155 mm merupakan meriam kaliber terbesar milik TNI AD. Meriam kaliber 155 itu merupakan alutsista buatan Korea yang baru datang dan akan digunakan untuk memperkuat TNI AD.

    "Pada hari ini kami serahkan ke batalyon. Armet 16, 17, 18 Iskandarmuda, Tangjungpura dan Mulawarman," kata Kasad, Selasa (6/5).

    Dalam kesempatan yang sama, Kasad menegaskan, ke depannya modernisasi Alutsista milik TNI harus mengutamakan produksi dalam negeri. Oleh sebab itu, inovasi dan pengembangan teknologi harus dilakukan secara mandiri.

    "Tingkatkan teknologi kita, agar kedepannya dapat membuat alutsita sendiri, serta peralatan lainnya. Secara perlahan, tetapi harus kita lakukan sendiri," ucap Kasad.

    Di tempat yang sama, Kasad juga memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KBLB) dan Pemberian Penghargaan kepada 48 Babinsa (Bintara Pembina Desa) serta Prajurit TNI AD yang berprestasi melebihi Panggilan tugas dalam pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara.

    "Penghargaan diberikan untuk memberi motivasi prajurit lainnya. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada prajurit atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara," kata Kasad. 
    Selengkapnya »

    Helikopter Apache dan Fennec Akan Perkuat TNI

    11:30 AM
    TNI berencana akan menambah jumlah Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista), termasuk sejumlah helikopter. seperti yang diungkapkan Panglima TNI, Jenderal Moeldoko.


    TNI rencananya akan mendatangkan 12 helikopter Fennec dari Prancis dan 6 helicopter serang apache dari amerika. Panglima TNI, Jenderal Moeldoko juga mengungkapkan keinginannya untuk mendatangkan helikopter Chinook.

    Namun, dia mengakui bahwa keinginannya untuk mendatangkan Chinook masih belum dikomunikasikan dengan pihak DPR. Menurutnya, pihaknya dengan DPR hanya baru menyetujui pembicaraan mengenai Apache, helikopter serang andalan tentara Amerika Serikat.

    Moeldoko berharap agar rencananya untuk menghadirkan helikopter Chinook bisa segera terwujud. Karena, menurutnya hal tersebut dirasakan cukup penting.

    Selengkapnya »

    TNI AD Siap Mengembangkan Alutsista Sendiri

    11:02 AM
    TNI AD mulai mandiri dalam mengembangkan alat utama sistem pertahanan (alutsista). Pengembangan ini sebagai bukti militer Indonesia tak perlu bergantung dengan negara lain.


    Pengembangan riset ini juga bekerja sama dengan Universitas Surya. Dengan mampu memproduksi alutsista sendiri, risiko pembelian persenjataan yang dibeli dari asing dapat diminimalisasi.

    harga riset dan pengembangan alutsista yang bekerja sama dengan Universitas Surya tak terlalu mahal. Hal ini juga salah satu langkah penghematan pada negara.

    Berikut teknologi alutsista yang akan dikembangkan TNI AD

    1. Pusat Penerbangan Angkatan Darat: Gyrocopter
    2. Direktorat Perhubungan Angkatan Darat: nano satelit, open BTS, mesh networking communication system, radio VHF produk PT CMI Teknologi, dan battle management system
    3. Direktorat Peralatan Angkatan Darat: konversi BBM ke BBG, simulasi modifikasi mobil tempur anti panas, simulasi senjata ani panas
    4. Direktorat Perbekalan dan Angkutan Angkatan Darat melaksanakan kegiatan litbang energi mandiri
    5. Direktorat Topografi Angkatan Darat: GPS Tracking System Automatic Package Reporting System, multirotor, dan flapping wing air vehicle
    6. Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat: Unmanned Aerial Vehicles (UAV) autopilot, simulasi menembak laser gun, dan integrated optronics defence system
    7. Dinas Informasi dan Pengolahan Data: migrasi jaringan IPV 4 ke IPV 6.
    8. Direktorad Zeni Angkatan Darat: jammer perusak sinyal, penyala ledakan fungsi ganda, alat koreksi perkenaan senapan lapangan, aplikasi Garjas dan pola hidup sehat, serta alat pengendali senjata jarak jauh.
    Selengkapnya »

    Tank Kelas Ringan TNI AMX-13 Dimodifikasi PT Pindad

    11:07 AM
    PT Pindad akan memodifikasi tank kelas ringan milik tni buatan Prancis yaitu AMX-13. sebanyak 23 dari 400 populasi AMX-13 milik TNI pun akan dimodifikasi PT Pindad. speprti yang dinyatakan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin.


    Sjafrie juga mengatakan program ini sudah masuk dalam grand strategy atau rencana kerja untuk pembangunan industri pertahanan. PT Pindad mampu menampilkan 1 prototipe tank ringan revolfit AMX-13 yang teknologinya dimodifikasi lebih tinggi dari yang ada sebelumnya.

    Kelebihan hasil modifikasi Pindad ini, tank AMX-13 lebih sesuai dengan postur prajurit dan kebutuhan operasional TNI. AMX-13 adalah tank buatan Perancis yang pertama kali digunakan pasukan Perancis. Tank ini diproduksi sejak 1953-1985. Tank ini sudah diekspor ke lebih dari 25 negara
    Selengkapnya »

    Kekuatan Alutsista TNI yang Semakin Canggih

    2:05 PM
    Keberhasilan pemerintah Indonesia dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) membuat banyak pihak yakin TNI akan memiliki kekuatan yang cukup memadai, seperti diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro


    "Renstra pertama (2010-2014), kekuatan TNI yang terkuat di Asia Tenggara lantaran pengadaan alutsista oleh pemerintah yang melengkapi TNI AL, TNI AU dan TNI AD dengan senjata dan peralatan baru," kata Purnomo beberapa waktu lalu.

    Kekuatan TNI Angkatan Udara akan terus meningkat. Bahkan, ada 102 alat utama sistem senjata (alutsista) baru pada rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014, seperti pesawat tempur F-16, T-50i, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, pesawat angkut Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500 dan radar.

    Selain itu, lanjut Menhan, tahun ini akan datang pesawat tempur F-16 setara Blok 52 buatan Amerika Serikat sebanyak 24 unit. Sampai awal semester II tahun 2014 akan hadir 16 pesawat tempur Super Tucano untuk melengkapi 1 skadron dalam rangka mendukung operasi pengamanan dalam negeri.

    Khusus TNI Angkatan Darat, selain membeli 114 unit tank leopard, pemerintah juga mengadakan 28 unit helikopter dan delapan unit Apache tipe AH-64E. Tepatnya sebanyak 30 unit Leopard dan 21 Marder akan tiba sebelum bulan september 2014.

    Demikian pula dengan Meriam Caesar, dimana dari 37 unit, 4 unit diantaranya akan tiba sebelum Oktober 2014. Sementara untuk roket MLRS Astros II akan tiba 13 unit sebelum Oktober 2014. Masih dari TNI-AD, rudal pertahanan udara jenis Starstreak serta Mistral dijadwalkan juga tiba sebelum Oktober 2014, khususnya Mistral akan datang sebanyak 9 unit pada Juni 2014.

    Sementara itu untuk TNI Angkatan Laut, terdapat Upgrade Kapal perang korvet kelas Fatahillah, Kapal latih pengganti KRI Dewaruci, pengadaan 2 unit Kapal Hidro Oceanografi, dan lain lain. Untuk tank amfibi BMP-3F sebanyak 37 unit, beberapa diantaranya sedang dalam proses uji terima.

    Sementara panser amfibi BTR-4 sebanyak 5 unit, dimana 2 unit diantaranya akan tiba di tanah air pada September 2014.
    Selengkapnya »

    Daftar Pasukan Khusus Elit Militer Indonesia

    11:56 AM
    Daftar Pasukan Khusus Elit Militer Indonesia - Taukah sobat semua Negara kita indonesia memiliki banyak pasukan khusus. dan setiap pasukan mempunyai tugas masing masing seperti mengatasi terorisme dan sebagainya. dan dibawah ini daftar Pasukan Khusus Elit Militer Indonesia yang coba saya posting sesuai tugas dan kemampuan masing-masing pasukan.

    Densus 88 Anti Teror

    Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan.






    Batalion Raider

    Batalyon Raider adalah satu batalyon pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Raider adalah kualifikasi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilatih untuk menguasai 3 kemampuan. Kemampuan tersebut adalah:




    1. Kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat.
    2. Kemampuan sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi.
    3. Kemampuan untuk melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut (panjang).

    Kostrad Tontaipur

    Peleton Intai Tempur (Tontaipur) merupakan satuan elite Kostrad terbaru, diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2001. Setelah latihan secara intensif selama lima bulan, 97 pasukan yang diseleksi dari Brigade Infantri 9 dan Brigade Infantri 13 Kostrad menjadi prajurit-prajurit pertama satuan elite ini.

    Sesuai kualifikasinya, Tontaipur akan diterjunkan untuk misi pengintaian jarak jauh ke wilayah musuh dan melakukan penghancuran terhadap sasaran-sasaran penting. Diantara perlengkapan yang dibawa, mereka akan dibekali senapan serbu khusus berikut teropong bidik malam (NVG, night vision goggle). Tiap personel Tontaipur ini memiliki kemampuan operasi sekaligus di tiga matra, yakni di darat, laut, dan udara.

    Paskhas TNI AU

    Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (disingkat Korpaskhasau, Paskhas atau sebutan lainnya Baret Jingga), merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI-AU. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra: laut, darat, udara. Dalam operasinya, tugas dan tanggungjawab Paskhas lebih ditujukan untuk merebut dan mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh, untuk selanjutnya menyiapkan bagi pendaratan pesawat kawan. Kemampuan ini disebut dengan Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan 

    Kopaska TNI AL

    Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya. Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.

    Sat Gultor Kopassus

    Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan Grup, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan dari satuan ini tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personil maupun jenis persenjataannya yang dimilikinya, semua itu dirahasiakan.selalu hadir di setiap 
    Selengkapnya »

    Kekuatan Militer Indonesia Masuk 15 Besar Di dunia

    11:25 AM
    Kekuatan Militer Indonesia Masuk 15 Besar Di dunia - Lembaga analisis militer, Global Firepower (GFP) Kembali melansir daftar negara-negara dengan kekuatan militer terkuat didunia.Selasa (11/2/2014). Dalam analisisnya Global Fire Power mengatakan militer Indonesia dapat melakukan konter teroris di dalam negeri dan dapat melakukan invasi ke negara lain. Untuk kawasan Asia Pasifik, Indonesia tercatat sebagai negara terkuat nomor 7. Jauh di atas Malaysia (33) dan Singapura (47). 


    Ada 40 indikator penilaian dalam situs globalfirepower.com. Untuk persenjataan darat, situs ini menghitung jumlah tank, meriam hingga truk angkut perbekalan. Untuk aspek laut, jumlah kapal perusak, kapal induk, kapal selam. Di udara jumlah jet tempur, helikopter dan sarana pendukung airport. Tak cuma itu,  Global Firepower juga memperhitungkan jumlah penduduk, luas negara, produksi minyak hingga jumlah airport, jaringan rel kereta api dan pelabuhan laut.

    Dan dibawah ini daftar daftar negara-negara dengan kekuatan militer terkuat didunia seperti yang dikutip dari situs www.globalfirepower.com


    Selengkapnya »

    Daftar Alutsista yang akan Memperkuat TNI 2014

    11:42 AM
    Daftar Alutsista yang akan Memperkuat TNI 2014 - Wakil Menteri Pertahanan dalam hal ini selaku Ketua High Level Comitte (HLC), Sjafrie Sjamsoeddin, bersama anggota Komisi I DPR RI, Senin (26/3) di Ged. DPR, Jakarta membahas rencana Modernisasi Alutsista dalam rangka kebutuhan TNI 2014 dengan menggunakan Alokasi Pinjaman Pemerintah (APP) atau Pinjaman Luar Negeri (PLN). Dan di bawah adalah daftar rencana Modernisasi Alutsista TNI 2014


    TNI AD

    Untuk Angkatan Darat, terdapat empat prioritas yang ingin dicapai, diantaranya Helikopter serang dan serbu termasuk persenjataan sebanyak 24 Unit, kendaraan tempur Main Battle Tank (MBT) jenis Leopard 2A6 sebanyak 44 Unit, ME Armed 155 Howitzer, Rudal MLRS dan Rudal Arhanud.

    TNI AL

    Sedangkan untuk proyeksi kebutuhan modernisasi Alutsista untuk Angkatan Laut, Kapal Pemukul dengan jenis Klas Korvet, Kapal Pendukung, pesawat Udara jenis CN-235 MPA dan Helikopter AKS, Tank Amfibi BMP-3F serta Panser Ambfibi BTR 80 A. untuk penawaran baru yakni 3 kapal Selam dan 2 Unit PKR namun bisa dikirim setelah tahun 2014 dan 3 unit Fregat (MRLF) namun juga masih dalam proses pengusulan anggaran.

    TNI AU

    Untuk Angkatan Udara, Shoping list ini tertuju kepada pengadaan SU-30 MK2 dan dukungannya, pengadaan pesawat angkut CN-295 sebagai pengganti pesawat F-27. Ditambah lagi pengadaan Helikopter Full Combat SAR Mission, pengadaan pesawat latih sebagai pengganti AS-202 & T-34C. Totalitas pagu yang di butuhkan untuk bisa memenuhi kebutuhan khusus untuk alutsista bergerak pioritas mencapai 3.741 juta Dollar.
    Selengkapnya »
    Older Posts
    Home
    Subscribe to: Posts (Atom)

    Post Terbaru

    Entri Populer

    • 7 Pesawat Tempur Siluman Tercanggih di Dunia
      1. Advanced Medium Combat Aircraft Pesawat ini merupakan proyek negara India dan ditarget selesai pada tahun 2020. Pesawat tempur ini...
    • 102 Pesawat Tempur Dibeli TNI AU hingga tahun 2024
      TNI akan melengkapi alat utama sistem senjata (alutsista)-nya untuk memperkuat sistem pertahanan RI di udara. Sebanyak 102 unit pesawat tem...
    • Rusia Berharap TNI AU Indonesia Beli Sukhoi SU-35
      Rusia berharap agar Indonesia kembali melirik produk pesawat tempur buatan negara tersebut yaitu pesawat tempur Sukhoi Su-35. Hal tersebut ...
    • Ka-50 Black Shark Helikopter Tempur Rusia Tercanggih
      Kamov Ka-50 “Black Shark” (Hokum A) merupakan helikopter tempur satu kursi Rusia dengan sistem rotor coaxial khas dari biro desain Kamov. H...

    Label

    Helikopter INDONESIA Info Kapal Selam Militer Pesawat Tempur RUSIA TNI AD TNI AL TNi AU USA
    Politics Blogs
    Top Sites
    Copyright 2014 Info Alutsista TNI Template By Ridwan Hex