• About
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact

Info Alutsista TNI

  • Home
  • TNI AD
  • TNI AL
  • TNI AU
    • Helikopter
    • Pesawat Tempur
    Home → Semua Post Berkategori RUSIA
    Showing posts with label RUSIA. Show all posts
    Showing posts with label RUSIA. Show all posts

    Ka-50 Black Shark Helikopter Tempur Rusia Tercanggih

    10:38 AM
    Kamov Ka-50 “Black Shark” (Hokum A) merupakan helikopter tempur satu kursi Rusia dengan sistem rotor coaxial khas dari biro desain Kamov. Helikopter yang berkinerja tinggi ini memiliki kemampuan tempur siang dan malam, survivabilitas dan daya tembak tinggi untuk mengalahkan target udara dan tank-tank berat lapis baja yang bersenjata anti udara. Ka-50 memasuki layanan di Angkatan Darat Rusia sejak tahun 1995, dan diproduksi di Perusahaan Penerbangan Sazykin yang berbasis di wilayah maritim Arseniev, Rusia





    Selengkapnya »

    Su T-50 PAK FA Pesawat Tempur Tercanggih Rusia

    11:35 AM
    Sukhoi T-50 PAK FA adalah pesawat tempur siluman generasi kelima untuk Angkatan Udara Rusia. Tujuan pesawat ini buat untuk menandingi pesawat tempur buatan amerika serikat yaitu F-22 Raptor dan F-35 Lightning II. Penerbangan perdana Sukhoi T-50 dilakukan pada tanggal 29 Januari 2010.





    Selengkapnya »

    16 Pesawat Tempur Su-27 TNI AU Siap Tempur di 2014

    11:05 AM
    Tahun 2014 ini, Skuadron Udara 11 TNI AU akan lengkap terdiri dari 16 pesawat tempur Sukhoi Su-27 Flankers series, termasuk sistem kesenjataan dan avionika tercanggih yang sedang dalam pemesanan. Kelengkapan persenjataan Su-27 Flankers series ini merupakan satu paket program penguatan kekuatan militer di udara.


    Dari sisi persenjataan, Sukhoi Su-27 Flanker bisa dimuati peluru kendali berpemandu terdiri dari R-73, R-27ER, R-27ET, dan RVV-AEI. Sedangkan peluru kendali tak berpemandu yang bisa digotong adalah FAB-500M62/RBK-500/ZB-500, FAB-250M54, FAB-250M62, OFAB-100-120, B-8MI, dan B-13L.

    Sukhoi Su-27 Flanker dengan manuver Pugachev-nya yang sangat menakutkan itu juga bisa membawa peluru kendali udara ke darat, yaitu Kh-29T, Kh-31P(A), Kh-59M, KAB-500Kr, KAB-1500Kr, selain 1.500 butir peluru munisi panas GSh-301 dari kanon 30 milimeter S-25.

    Sejak awal pada Maret 2003, Indonesia membeli seluruh penempur TNI AU itu dari pabriknya, KNAAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) di Rusia. Saat itu dua Su-27 SKM dan satu Su-30 Mk2 mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, Maospati, Jawa Timur. Kedatangan kali kedua seri Sukhoi yang memiliki kemampuan di atas F-15 Eagle atau pesawat tempur generasi 4 ini adalah pada 2009 dan 2010.
    Selengkapnya »

    Kapal Selam Kilo Batal Memperkuat TNI AL

    11:12 AM
    Rencana TNI AL untuk membeli 2 kapal selam kilo asal rusia akhirnya batal. Pembatalan tersebut dilakukan setelah perwakilan TNI AL melihat langsung kondisi 2 kapal selam bekas milik Rusia beberapa waktu lalu.


    KSAL Laksamana TNI Marsetio mengatakan, 2 kapal selam milik Rusia itu memang tampak bagus jika dilihat dari luar. Namun di dalam ternyata banyak peralatan yang sudah rusak. Apalagi, 2 kapal itu sudah 2 tahun dikandangkan. Sedangkan Kapal selam Kilo yang baru harganya sangat mahal menjadikan rencana pembelian kapal selam jenis ini urung dilakukan.

    Menurut Marsetio, untuk membangun kekuatan minimum, TNI AL membutuhkan minimal 12 kapal selam. Dan semoga Indonesia mampu lebih cepat mewujudkan minimal 12 kapal selam.

    Selengkapnya »

    Rusia Berharap TNI AU Indonesia Beli Sukhoi SU-35

    10:23 AM
    Rusia berharap agar Indonesia kembali melirik produk pesawat tempur buatan negara tersebut yaitu pesawat tempur Sukhoi Su-35. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Direktur dari Rosoboronexport, Vicor Komardin pada vietnamese.ruvr.ru pada bulan November lalu.


    Komardin juga mengungkapkan bahwa semua sudah tahu bahwa Angkatan Udara Republik Indonesia telah mengadakan latihan militer bersama dengan Angkatan Udara dari Australia.

    Dalam kegiatan latihan bersama tersebut Sukhoi SU-30 mampu menunjukkan performa yang sangat bagus. Hal ini mengindikasikan kepada Rusia bahwa Indonesia mungkin saja tertarik untuk membeli Sukhoi Su-35 yang ditawarkan oleh perusahaan Rusia tersebut.

    Pesawat tempur Sukhoi Su-35 adalah pesawat tempur kelas berat. Pesawat tempur buatan Rusia ini merupakan hasil pengembangan dari Su-27 atau Su-27M. Awalnya, perusahaan merancang pesawat tempur ini agar dapat bersaing dengan F-16 Fighting Falcon dan F-15 Eagle. 

    Pesawat Tempur Su-35 sendiri adalah seri flanker terakhir dan sekaligus menjadi pengisi kekosongan antara generasi 4 dengan generasi 5 sehingga pesawat tempur ni dapat dimasukkan kedalam generasi 4++.

    Berita Terkait : TNI AU Inginkan SU-35
    Selengkapnya »

    Indonesia-Rusia Belum Sepakat Hibah Kapal Selam

    11:43 PM
    Jakarta (MID) - Kementerian Pertahanan menyatakan pemerintah Indonesia telah mengirim tim untuk berkunjung ke Rusia. Tim ini terdiri dari perwakilan Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

    "Tim ini berkunjung untuk penjajakan awal hibah 10 kapal selam Rusia," kata Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda Rachmad Lubis saat dihubungi Tempo, Jumat, 27 September 2013.

    Rachmad yang ikut dalam rombongan, mengatakan kedua negara belum mencapai kesepakatan dalam rencana hibah itu. Indonesia dan Rusia, dia melanjutkan, masih mengkaji langkah yang akan diambil masing-masing negara soal hibah ini.

    Sayang, Rachmad tak mau menyebutkan detil apa saja yang dibahas dalam pertemuan itu. Termasuk apa jenis kapal selam yang akan dihibahkan Rusia ke Indonesia dan berapa uang yang harus dikeluarkan pemerintah. "Sebab belum ada kesepakatan," kata dia.

    Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, pemerintah mendapat tawaran untuk dapat membeli sekitar 10 unit kapal selam dari Rusia. Jumlah ini di luar rencana pembelian tiga unit kapal selam dari Korea Selatan yang akan datang pada 2014.

    Purnomo tidak menjelaskan detail spesifikasi dan tawaran harga yang diberikan pemerintah Rusia untuk mendatangkan 10 kapal selam tersebut. Ia juga menyatakan, pemerintah belum bulat untuk menerima tawaran Rusia karena masih harus mempertimbangkan dan menghitung biaya.

    Selain harga kapal selam per unit, menurut dia, pemerintah juga harus mempertimbangkan besarnya biaya perawatan, pemeliharaan, perbaikan, dan kesiapan infrastruktur. Selain itu, hal lain yang menjadi pertimbangan adalah usia atau masa guna kapal selam tersebut.
    Selengkapnya »

    Dua Su-30MK2 TNI AU Tiba Di Makasar

    8:52 AM
    Makassar (MID) - Perkuatan pertahanan keamanan udara di Indonesia terus bertambah. Dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 tiba di Landasan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (4/9/2013) sekitar pukul 17.56 Wita.

    Dua pesawat Sukhoi buatan Rusia ini diangkut dengan menggunakan pesawat angkut Antonov AN-124-100 Flight Number VDA 6328 dengan pilot Panov Vadim, Salovyev Evgeny dan Validanov Rinai beserta 13 kru dari bandara Khabarovsk. Sebelum tiba di Lanud Sultan Hasanuddin, pesawat Antonov sempat transit di bandara Ninoy Aq Manila.

    Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Mayor Sus Mulyadi kepada Kompas.com mengatakan, dua pesawat Sukhoi tersebut langsung dirakit di Skadron Tehnik 044 Lanud Sultan Hasanuddin oleh teknisi dari Rusia.

    "Dua pesawat ini sudah berbentuk, namun sayapnya dipisah. Jadi nanti akan dirakit oleh teknisi Rusia dan Skuadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin yang sebelumnya ditempatkan di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin. Perakitan pesawat diperkirakan memakan waktu sekitar seminggu, dan berselang enam hari barulah bisa tes fly," katanya.

    Mulyadi menambahkan, kedatangan dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 pesanan pemerintah Indonesia menambah kekuatan Skuadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai home base pesawat tempur SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 buatan KNAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) Rusia yang saat ini telah lengkap 16 unit pesawat tempur. Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 datang secara bertahap.

    "Kedatangan pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 datang secara bertahap yakni tahun 2003 di Lanud Iswahyudi Madiun. Selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin tahun 2009, 2010 dan 2013. Untuk tahun 2013, kedatangan pesawat tempur pesanan Indonesia datang sebanyak tiga kali yang juga diangkut dengan pasawat angkut Antonov," urainya
    Selengkapnya »

    Indonesia Kirim Degelasi Ke Rusia Untuk Tinjau 10 Kapal Selam

    9:43 PM
    Jakarta (MID) - TNI sangat serius dalam melakukan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Setelah TNI AD membeli MBT Leopard 2A6 dan helikopter serang Apache, TNI AU membentuk satu skuadron Sukhoi dan F-16, kali ini TNI AL bakal memperkuat armadanya.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pemerintah Republik Indonesia (RI) mendapat tawaran dari Rusia berupa bantuan 10 kapal selam. Saat ini, TNI AL hanya memiliki dua kapal selam yang terbilang berumur. Hingga tiga tahun ke depan, TNI AL bakal kedatangan tiga kapal selam baru hasil kerja sama dengan Korea Selatan.

    Untuk mempercepat pencapain kekuatan pokok minimum (MEF), Purnomo tertarik untuk bekerja sama dengan pemerintahan yang dipimpin Vladimir Putin itu. Meski begitu, Purnomo tidak merinci apakah kapal selam yang ditawarkan itu berbentuk hibah atau pembelian baru.

    Terkait spesifikasi juga ia mengaku kurang tahu lantaran baru tawaran awal dan perlu dilakukan kajian mendalam. Yang pasti, kata dia, kapal selam yang dijajakan ke Indonesia relatif baru.

    “Kami akan kirim tim ke Rusia, terdiri Kemenhan, Mabes TNI, dan TNI AU untuk tahu lebih lanjut. Pak Marsetio (KSAL) pimpinan delegasinya,” kata Purnomo usai peluncuran buku ‘Komunikasi Dalam Kinerja Intelijen Keamanan’ di Jakarta, Jumat (31/8) malam.

    Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Marsetio mengakui bakal berkunjung ke Rusia untuk melihat langsung galangan tempat bersandarnya kapal selam. Hal itu dilakukan agar kapal selam yang dibeli cocok dengan kondisi perairan Indonesia. Ia belum bisa menjelaskan secara detail lantaran belum melihat langsung barangnya.

    “Yang Rusia belum. Harus disesuaikan dengan geografis Indonesia, apakah termasuk kapal selam samudera atau kapal selam kelas negara archipelago? Idealnya kapal selam kita memiliki kekhususan dan kekhasan dengan melihat kedalaman dan kontur laut,” ujar Marsetio.
    Selengkapnya »
    Older Posts
    Home
    Subscribe to: Posts (Atom)

    Post Terbaru

    Entri Populer

    • 7 Pesawat Tempur Siluman Tercanggih di Dunia
      1. Advanced Medium Combat Aircraft Pesawat ini merupakan proyek negara India dan ditarget selesai pada tahun 2020. Pesawat tempur ini...
    • 102 Pesawat Tempur Dibeli TNI AU hingga tahun 2024
      TNI akan melengkapi alat utama sistem senjata (alutsista)-nya untuk memperkuat sistem pertahanan RI di udara. Sebanyak 102 unit pesawat tem...
    • Rusia Berharap TNI AU Indonesia Beli Sukhoi SU-35
      Rusia berharap agar Indonesia kembali melirik produk pesawat tempur buatan negara tersebut yaitu pesawat tempur Sukhoi Su-35. Hal tersebut ...
    • Ka-50 Black Shark Helikopter Tempur Rusia Tercanggih
      Kamov Ka-50 “Black Shark” (Hokum A) merupakan helikopter tempur satu kursi Rusia dengan sistem rotor coaxial khas dari biro desain Kamov. H...

    Label

    Helikopter INDONESIA Info Kapal Selam Militer Pesawat Tempur RUSIA TNI AD TNI AL TNi AU USA
    Politics Blogs
    Top Sites
    Copyright 2014 Info Alutsista TNI Template By Ridwan Hex