• About
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact

Info Alutsista TNI

  • Home
  • TNI AD
  • TNI AL
  • TNI AU
    • Helikopter
    • Pesawat Tempur
    Home → Semua Post Berkategori TNi AU
    Showing posts with label TNi AU. Show all posts
    Showing posts with label TNi AU. Show all posts

    Gambar Pesawat Tempur Sukhoi Su-27 TNI AU

    1:45 PM
    Sukhoi Su-27 adalah Pesawat tempur superioritas udara jarak jauh yang cukup disegani. pesawat dengan kode flanker ini memiliki kelincahan atau manuver yang sangat mengagumkan. Banyak negara yang telah menggunakan Su 27 di angkatan udara mereka, dan salah satunya adalah Indonesia. Dan di bawah ini beberapa Gambar pesawat tempur Su-27 Indonesia




    Selengkapnya »

    Eurofighter Typhoon Calon Pengganti F-5 Tiger

    11:15 AM
    Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Udara masih mengkaji calon pengganti pesawat tempur F-5 Tiger yang akan dikandangkan. Kepala Badan Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Rachmad Lubis, mengatakan empat pesawat generasi 4,5 atau mendekati kemampuan pesawat siluman atau antiradar yang dilirik adalah Sukhoi Su-35 buatan Rusia, SAAB JAS Gripen produksi Swedia, Dassault Rafale dari Prancis, serta Boeing F/A-18E/F Super Hornet buatan Amerika.


    Kementerian Pertahanan mengatakan sebenarnya ada usulan baru pengganti F-5 Tiger. Yaitu Eurofighter Typhoon yang diproduksi bersama oleh Inggris, Spanyol, Jerman, dan Italia. Usul pembelian Typhoon diajukan oleh PT Dirgantara Indonesia. 

    PT DI beralasan para produsen Typhoon lebih mau berbagi ilmu atau transfer teknologi. Bahkan, sangat mungkin PT DI diberi lisensi memproduksi beberapa suku cadang. Kalau pesawat buatan Amerika dan Rusia tak ada transfer teknologi

    Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto menanggapi positif usulan Typhoon sebagai pengganti F-5 Tiger. Musababnya, Typhoon punya kemampuan relatif sama dengan calon pengganti lainnya
    Selengkapnya »

    102 Pesawat Tempur Dibeli TNI AU hingga tahun 2024

    11:46 AM
    TNI akan melengkapi alat utama sistem senjata (alutsista)-nya untuk memperkuat sistem pertahanan RI di udara. Sebanyak 102 unit pesawat tempur akan dibeli TNI AU hingga tahun 2024.


    Seperti yang diutarakan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispen AU) yang baru, Marsma TNI Hadi Tjahjanto, pengadaan 102 pesawat tempur itu dilakukan secara multiyears hingga hingga 2024.

    TNI AU memprogramkan pembelian total 102 pesawat guna mencapai target kekuatan pokok minimal (MEF), antara lain, enam unit Sukhoi SU-30 MK2, 24 unit F-16, Super Tucano, Hercules C-130, Grobb, T-50 Golen Eagle, C-295 dan beberapa jenis pesawat rotary wing (helikopter)
    Selengkapnya »

    16 Pesawat Tempur Su-27 TNI AU Siap Tempur di 2014

    11:05 AM
    Tahun 2014 ini, Skuadron Udara 11 TNI AU akan lengkap terdiri dari 16 pesawat tempur Sukhoi Su-27 Flankers series, termasuk sistem kesenjataan dan avionika tercanggih yang sedang dalam pemesanan. Kelengkapan persenjataan Su-27 Flankers series ini merupakan satu paket program penguatan kekuatan militer di udara.


    Dari sisi persenjataan, Sukhoi Su-27 Flanker bisa dimuati peluru kendali berpemandu terdiri dari R-73, R-27ER, R-27ET, dan RVV-AEI. Sedangkan peluru kendali tak berpemandu yang bisa digotong adalah FAB-500M62/RBK-500/ZB-500, FAB-250M54, FAB-250M62, OFAB-100-120, B-8MI, dan B-13L.

    Sukhoi Su-27 Flanker dengan manuver Pugachev-nya yang sangat menakutkan itu juga bisa membawa peluru kendali udara ke darat, yaitu Kh-29T, Kh-31P(A), Kh-59M, KAB-500Kr, KAB-1500Kr, selain 1.500 butir peluru munisi panas GSh-301 dari kanon 30 milimeter S-25.

    Sejak awal pada Maret 2003, Indonesia membeli seluruh penempur TNI AU itu dari pabriknya, KNAAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) di Rusia. Saat itu dua Su-27 SKM dan satu Su-30 Mk2 mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, Maospati, Jawa Timur. Kedatangan kali kedua seri Sukhoi yang memiliki kemampuan di atas F-15 Eagle atau pesawat tempur generasi 4 ini adalah pada 2009 dan 2010.
    Selengkapnya »

    Jet Tempur Saab Gripen Nominator Pengganti F-5 Tiger

    1:21 PM
    Indonesia kini tengah menimbang pembelian pesawat tempur baru pengganti F-5E/F Tiger II TNI-AU. Gripen masuk sebagai nominator penjaga langit nusantara. Namun Gripen mesti bersaing dengan pesawat tempur super canggih yang ditawarkan perusahaan lain seperti Rafale, Sukhoi Su-35BM, serta F-16 Blok 6.


    Keunggulan jika dari jet tempur ini adalah memiliki standar biaya operasional dan pemeliharaannya yang murah. Dan SAAB juga menawarkan fasilitas transfer teknologi. seperti Brazil, yang baru saja membeli 36 unit Gripen NG, misalnya, SAAB melakukan 100 persen transfer teknologi. Kondisi tu bisa terjadi karena perusahaan dirgantara Brazil mumpuni menerima transfer teknologi dari SAAB.

    Sejumlah negara sudah menjadi pelanggan SAAB, di antaranya Afrika Selatan, Brazil, Swiss, Denmark, Ceko, dan Hungaria. Kini mereka tengah berambisi melebarkan sayap ke Asia Tenggara dengan mendirikan kantor perusahaan di Indonesia, menyusul Thailand yang angkatan udaranya baru saja mengimpor Gripen NG.

    Berita terkait Pengganti F-5 Tiger
    Selengkapnya »

    6 Unit Helikopter EC-725 Cougar Perkuat TNI AU di 2014

    11:19 AM
    Saat ini TNI AU telah menandatangani 6 unit dengan Eurocopter melalui PT. Dirgantara Indonesia pada Maret 2012 silam dan direncanakan selesai pada tahun 2014. Untuk 10 unit lainnya akan dipesan pada 2015.


    EC-725 Cougar atau super Cougar adalah helikopter transportasi jarak jauh yang bisa memuat 29 penumpang beserta 2 crew. Heli multi-role ini dilengkapi teknologi canggih seperti LCD multi fungsi 6"x8" pada cockpit, terintegrasi dengan peta digital/peperangan elektronik, full glass cockpit, dan lain-lain.

    EC-725 Cougar menggunakan mesin ganda yaitu 2x Tubomeca Makila 1A4 tuboshafts dengan kecepatan maksimum 324 km/jam (175 kts) dan dapat mengudara selama 6 jam lebih. Selain Indonesia, negara-negara yang telah menggunakan EC-725 Cougar adalah Perancis, Brasil dan Malaysia.

    Helikopter canggih ini bisa juga dipersenjatai dengan gun pod dan roket pod. Untuk melindungi diri, terdapat pelapis baja untuk pilot dan co-pilot dan juga senjata berkaliber 7.62 mm atau 12.7 mm.

    Pemilihan EC-725 Cougar karena selama ini TNI AU telah terbiasa menggunakan produk dari Eurocopter. Selain itu, spesifikasinya sudah sangat memenuhi syarat TNi AU.
    Selengkapnya »

    Pesawat F-16 Hibah Tiba di Indonesia Oktober 2014

    12:42 PM
    Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI IB Putu Dunia mengatakan pesawat tempur F-16 hibah dari pemerintah Amerika dijadwalkan tiba di Indonesia pada Oktober 2014. Ia mengatakan, jet tempur tersebut akan tiba secara bertahap ke Indonesia. "Untuk tahap awal, ada delapan pesawat yang akan datang," ujarnya


    Dalam kunjungannya, IB Putu Dunia meninjau persiapan fasilitas untuk F-16 yang akan ditempatkan di Lanud Pekanbaru. Kasau dalam kunjungan tersebut didampingi oleh Panglima Komando Operasi I TNI AU Marsekal Muda TNI M Syaugi dan Komandan Lanud Roesmin Nurjadi Kolonel Pnb Andyawan.

    Mabes TNI memilih Pekanbaru sebagai lokasi jet tempur itu karena dinilai sebagai daerah strategis di Sumatra, untuk pengamanan wilayah barat Indonesia terutama di Selat Malaka. Sebab, selama ini pesawat-pesawat tempur Angkatan Udara Singapura hanya memerlukan waktu kurang dari satu menit untuk bisa berpapasan dengan garis batas wilayah kedaulatan Indonesia di Selat Philips dan Selat Singapura
    Selengkapnya »

    Rusia Berharap TNI AU Indonesia Beli Sukhoi SU-35

    10:23 AM
    Rusia berharap agar Indonesia kembali melirik produk pesawat tempur buatan negara tersebut yaitu pesawat tempur Sukhoi Su-35. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Direktur dari Rosoboronexport, Vicor Komardin pada vietnamese.ruvr.ru pada bulan November lalu.


    Komardin juga mengungkapkan bahwa semua sudah tahu bahwa Angkatan Udara Republik Indonesia telah mengadakan latihan militer bersama dengan Angkatan Udara dari Australia.

    Dalam kegiatan latihan bersama tersebut Sukhoi SU-30 mampu menunjukkan performa yang sangat bagus. Hal ini mengindikasikan kepada Rusia bahwa Indonesia mungkin saja tertarik untuk membeli Sukhoi Su-35 yang ditawarkan oleh perusahaan Rusia tersebut.

    Pesawat tempur Sukhoi Su-35 adalah pesawat tempur kelas berat. Pesawat tempur buatan Rusia ini merupakan hasil pengembangan dari Su-27 atau Su-27M. Awalnya, perusahaan merancang pesawat tempur ini agar dapat bersaing dengan F-16 Fighting Falcon dan F-15 Eagle. 

    Pesawat Tempur Su-35 sendiri adalah seri flanker terakhir dan sekaligus menjadi pengisi kekosongan antara generasi 4 dengan generasi 5 sehingga pesawat tempur ni dapat dimasukkan kedalam generasi 4++.

    Berita Terkait : TNI AU Inginkan SU-35
    Selengkapnya »

    TNI AU inginkan Sukhoi Su-35 Pengganti F-5 Tiger

    12:35 PM
    TNI AU menginginkan pesawat tempur Su-35 sebagai pengganti F-5 Tiger. Dan menurut Panglima TNI Jenderal Moeldoko , keputusan yang tepat bagi pemerintah jika membeli pesawat Sukhoi SU-35.  Saat ini TNI AU memiliki satu skuadron atau 16 unit pesawat campuran Sukhoi SU-27 dan SU-30 yang bermarkas di pangkalan udara Sultan Hasanuddin, Makassar.


    Sukhoi SU-35 merupakan pesawat tempur generasi 4,5, atau lebih canggih dari SU-27 dan SU-30. Kemampuan Pesawat tempur ini benar-benar mengagumkan, ini terbukti dari ucapan Kepala Air Combat Commad Amerika Serikat, Jenderal Hal Hornburg yang mengatakan pesawat Rusia itu telah membuktikan lebih baik dalam manuver dan pendeteksian, sehingga memiliki kemampuan untuk menghantam sasaran lebih dulu. Kondisi ini menjadi “a wake-up call” bagi U.S. Air Force.
    Selengkapnya »

    Kekuatan Alutsista TNI yang Semakin Canggih

    2:05 PM
    Keberhasilan pemerintah Indonesia dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) membuat banyak pihak yakin TNI akan memiliki kekuatan yang cukup memadai, seperti diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro


    "Renstra pertama (2010-2014), kekuatan TNI yang terkuat di Asia Tenggara lantaran pengadaan alutsista oleh pemerintah yang melengkapi TNI AL, TNI AU dan TNI AD dengan senjata dan peralatan baru," kata Purnomo beberapa waktu lalu.

    Kekuatan TNI Angkatan Udara akan terus meningkat. Bahkan, ada 102 alat utama sistem senjata (alutsista) baru pada rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014, seperti pesawat tempur F-16, T-50i, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, pesawat angkut Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500 dan radar.

    Selain itu, lanjut Menhan, tahun ini akan datang pesawat tempur F-16 setara Blok 52 buatan Amerika Serikat sebanyak 24 unit. Sampai awal semester II tahun 2014 akan hadir 16 pesawat tempur Super Tucano untuk melengkapi 1 skadron dalam rangka mendukung operasi pengamanan dalam negeri.

    Khusus TNI Angkatan Darat, selain membeli 114 unit tank leopard, pemerintah juga mengadakan 28 unit helikopter dan delapan unit Apache tipe AH-64E. Tepatnya sebanyak 30 unit Leopard dan 21 Marder akan tiba sebelum bulan september 2014.

    Demikian pula dengan Meriam Caesar, dimana dari 37 unit, 4 unit diantaranya akan tiba sebelum Oktober 2014. Sementara untuk roket MLRS Astros II akan tiba 13 unit sebelum Oktober 2014. Masih dari TNI-AD, rudal pertahanan udara jenis Starstreak serta Mistral dijadwalkan juga tiba sebelum Oktober 2014, khususnya Mistral akan datang sebanyak 9 unit pada Juni 2014.

    Sementara itu untuk TNI Angkatan Laut, terdapat Upgrade Kapal perang korvet kelas Fatahillah, Kapal latih pengganti KRI Dewaruci, pengadaan 2 unit Kapal Hidro Oceanografi, dan lain lain. Untuk tank amfibi BMP-3F sebanyak 37 unit, beberapa diantaranya sedang dalam proses uji terima.

    Sementara panser amfibi BTR-4 sebanyak 5 unit, dimana 2 unit diantaranya akan tiba di tanah air pada September 2014.
    Selengkapnya »

    Program Pesawat Tempur KFX/IFX Tetap Jalan

    1:43 PM
    Program Pesawat Tempur KFX/IFX Tetap Jalan - Proyek pengembangan Pesawat Tempur Korean Fighter Xperiment (KFX)/Indonesian Fighter Xperiment (IFX) yang merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Korsel melalui Defense Acquisition Program Administration yang sempat tertunda, kini kembali dilanjutkan.


    "Program pesawat tempur KFX/IFX kita lanjutkan". Demikian pernyataan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, sesaat setelah membuka Konferensi Pers Rapat Pimpinan Kementrian Pertahanan tahun 2014, di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kementrian Pertahanan.

    Menurut Menhan, tidak ada perubahan dalam kerja sama dengan Korsel, meski proyek bersama itu sempat dihentikan sementara lantaran ada pergantian pemerintahan dan parlemen baru di Korea selatan.

    Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin juga menambahkan lebih detail. Untuk kelanjutan program ini, Korea Selatan menyediakan dana senilai US$ 20 Juta, sementara Indonesia wajib menyediakan dana US$ 5 Juta. Dana ini dianggarkan pada tahun 2015, untuk membiaya riset lanjutan yang kini memasuki tahap Enginering Manufacturing Design (EMD). 
    Selengkapnya »

    Daftar Pasukan Khusus Elit Militer Indonesia

    11:56 AM
    Daftar Pasukan Khusus Elit Militer Indonesia - Taukah sobat semua Negara kita indonesia memiliki banyak pasukan khusus. dan setiap pasukan mempunyai tugas masing masing seperti mengatasi terorisme dan sebagainya. dan dibawah ini daftar Pasukan Khusus Elit Militer Indonesia yang coba saya posting sesuai tugas dan kemampuan masing-masing pasukan.

    Densus 88 Anti Teror

    Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan.






    Batalion Raider

    Batalyon Raider adalah satu batalyon pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Raider adalah kualifikasi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilatih untuk menguasai 3 kemampuan. Kemampuan tersebut adalah:




    1. Kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat.
    2. Kemampuan sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi.
    3. Kemampuan untuk melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut (panjang).

    Kostrad Tontaipur

    Peleton Intai Tempur (Tontaipur) merupakan satuan elite Kostrad terbaru, diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2001. Setelah latihan secara intensif selama lima bulan, 97 pasukan yang diseleksi dari Brigade Infantri 9 dan Brigade Infantri 13 Kostrad menjadi prajurit-prajurit pertama satuan elite ini.

    Sesuai kualifikasinya, Tontaipur akan diterjunkan untuk misi pengintaian jarak jauh ke wilayah musuh dan melakukan penghancuran terhadap sasaran-sasaran penting. Diantara perlengkapan yang dibawa, mereka akan dibekali senapan serbu khusus berikut teropong bidik malam (NVG, night vision goggle). Tiap personel Tontaipur ini memiliki kemampuan operasi sekaligus di tiga matra, yakni di darat, laut, dan udara.

    Paskhas TNI AU

    Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (disingkat Korpaskhasau, Paskhas atau sebutan lainnya Baret Jingga), merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI-AU. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra: laut, darat, udara. Dalam operasinya, tugas dan tanggungjawab Paskhas lebih ditujukan untuk merebut dan mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh, untuk selanjutnya menyiapkan bagi pendaratan pesawat kawan. Kemampuan ini disebut dengan Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan 

    Kopaska TNI AL

    Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya. Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.

    Sat Gultor Kopassus

    Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan Grup, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan dari satuan ini tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personil maupun jenis persenjataannya yang dimilikinya, semua itu dirahasiakan.selalu hadir di setiap 
    Selengkapnya »

    Daftar Alutsista yang akan Memperkuat TNI 2014

    11:42 AM
    Daftar Alutsista yang akan Memperkuat TNI 2014 - Wakil Menteri Pertahanan dalam hal ini selaku Ketua High Level Comitte (HLC), Sjafrie Sjamsoeddin, bersama anggota Komisi I DPR RI, Senin (26/3) di Ged. DPR, Jakarta membahas rencana Modernisasi Alutsista dalam rangka kebutuhan TNI 2014 dengan menggunakan Alokasi Pinjaman Pemerintah (APP) atau Pinjaman Luar Negeri (PLN). Dan di bawah adalah daftar rencana Modernisasi Alutsista TNI 2014


    TNI AD

    Untuk Angkatan Darat, terdapat empat prioritas yang ingin dicapai, diantaranya Helikopter serang dan serbu termasuk persenjataan sebanyak 24 Unit, kendaraan tempur Main Battle Tank (MBT) jenis Leopard 2A6 sebanyak 44 Unit, ME Armed 155 Howitzer, Rudal MLRS dan Rudal Arhanud.

    TNI AL

    Sedangkan untuk proyeksi kebutuhan modernisasi Alutsista untuk Angkatan Laut, Kapal Pemukul dengan jenis Klas Korvet, Kapal Pendukung, pesawat Udara jenis CN-235 MPA dan Helikopter AKS, Tank Amfibi BMP-3F serta Panser Ambfibi BTR 80 A. untuk penawaran baru yakni 3 kapal Selam dan 2 Unit PKR namun bisa dikirim setelah tahun 2014 dan 3 unit Fregat (MRLF) namun juga masih dalam proses pengusulan anggaran.

    TNI AU

    Untuk Angkatan Udara, Shoping list ini tertuju kepada pengadaan SU-30 MK2 dan dukungannya, pengadaan pesawat angkut CN-295 sebagai pengganti pesawat F-27. Ditambah lagi pengadaan Helikopter Full Combat SAR Mission, pengadaan pesawat latih sebagai pengganti AS-202 & T-34C. Totalitas pagu yang di butuhkan untuk bisa memenuhi kebutuhan khusus untuk alutsista bergerak pioritas mencapai 3.741 juta Dollar.
    Selengkapnya »

    Dua Su-30MK2 TNI AU Tiba Di Makasar

    8:52 AM
    Makassar (MID) - Perkuatan pertahanan keamanan udara di Indonesia terus bertambah. Dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 tiba di Landasan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (4/9/2013) sekitar pukul 17.56 Wita.

    Dua pesawat Sukhoi buatan Rusia ini diangkut dengan menggunakan pesawat angkut Antonov AN-124-100 Flight Number VDA 6328 dengan pilot Panov Vadim, Salovyev Evgeny dan Validanov Rinai beserta 13 kru dari bandara Khabarovsk. Sebelum tiba di Lanud Sultan Hasanuddin, pesawat Antonov sempat transit di bandara Ninoy Aq Manila.

    Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Mayor Sus Mulyadi kepada Kompas.com mengatakan, dua pesawat Sukhoi tersebut langsung dirakit di Skadron Tehnik 044 Lanud Sultan Hasanuddin oleh teknisi dari Rusia.

    "Dua pesawat ini sudah berbentuk, namun sayapnya dipisah. Jadi nanti akan dirakit oleh teknisi Rusia dan Skuadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin yang sebelumnya ditempatkan di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin. Perakitan pesawat diperkirakan memakan waktu sekitar seminggu, dan berselang enam hari barulah bisa tes fly," katanya.

    Mulyadi menambahkan, kedatangan dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 pesanan pemerintah Indonesia menambah kekuatan Skuadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai home base pesawat tempur SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 buatan KNAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) Rusia yang saat ini telah lengkap 16 unit pesawat tempur. Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 datang secara bertahap.

    "Kedatangan pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 datang secara bertahap yakni tahun 2003 di Lanud Iswahyudi Madiun. Selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin tahun 2009, 2010 dan 2013. Untuk tahun 2013, kedatangan pesawat tempur pesanan Indonesia datang sebanyak tiga kali yang juga diangkut dengan pasawat angkut Antonov," urainya
    Selengkapnya »
    Older Posts
    Home
    Subscribe to: Posts (Atom)

    Post Terbaru

    Entri Populer

    • 7 Pesawat Tempur Siluman Tercanggih di Dunia
      1. Advanced Medium Combat Aircraft Pesawat ini merupakan proyek negara India dan ditarget selesai pada tahun 2020. Pesawat tempur ini...
    • 102 Pesawat Tempur Dibeli TNI AU hingga tahun 2024
      TNI akan melengkapi alat utama sistem senjata (alutsista)-nya untuk memperkuat sistem pertahanan RI di udara. Sebanyak 102 unit pesawat tem...
    • Rusia Berharap TNI AU Indonesia Beli Sukhoi SU-35
      Rusia berharap agar Indonesia kembali melirik produk pesawat tempur buatan negara tersebut yaitu pesawat tempur Sukhoi Su-35. Hal tersebut ...
    • Ka-50 Black Shark Helikopter Tempur Rusia Tercanggih
      Kamov Ka-50 “Black Shark” (Hokum A) merupakan helikopter tempur satu kursi Rusia dengan sistem rotor coaxial khas dari biro desain Kamov. H...

    Label

    Helikopter INDONESIA Info Kapal Selam Militer Pesawat Tempur RUSIA TNI AD TNI AL TNi AU USA
    Politics Blogs
    Top Sites
    Copyright 2014 Info Alutsista TNI Template By Ridwan Hex